A. Letak Wilayah
Desa Peonea merupakan salah satu desa yang berada di wilayah administratif Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 7.200 hektar dan berada pada koordinat geografis 121,114839° Bujur Timur dan -2,011529° Lintang Selatan.
Secara geografis, Desa Peonea berada pada kawasan dataran yang dikelilingi oleh perbukitan, hutan, serta lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas. Kondisi alam tersebut menjadikan Desa Peonea memiliki potensi yang besar dalam sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta pengembangan usaha berbasis sumber daya alam.
Jarak Desa Peonea menuju pusat pemerintahan adalah sebagai berikut:
| Tujuan |
Jarak |
| Ibu Kota Kecamatan Mori Atas (Tomata) |
±20 Km |
| Ibu Kota Kabupaten Morowali Utara (Kolonodale) |
±78 Km |
| Jalan Trans Sulawesi menuju pusat Desa |
±4 Km |
Secara administratif Desa Peonea terbagi menjadi 5 (lima) dusun dan 9 (sembilan) Rukun Tetangga (RT) sebagai berikut:
| No |
Dusun |
Jumlah RT |
| 1 |
Dusun I (Pandiri) |
1 RT |
| 2 |
Dusun II |
3 RT |
| 3 |
Dusun III |
2 RT |
| 4 |
Dusun IV (Malei) |
1 RT |
| 5 |
Dusun V (Tole) |
2 RT |
| Total |
5 Dusun |
9 RT |
Jumlah penduduk dan jumlah Kepala Keluarga (KK) mengikuti data kependudukan terbaru yang diperbarui secara berkala oleh Pemerintah Desa melalui Sistem Informasi Desa.
B. Batas Wilayah Desa
Desa Peonea merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah administrasi yang jelas sebagaimana hasil kesepakatan bersama dengan desa-desa yang berbatasan. Penetapan batas wilayah tersebut menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pelayanan publik, serta pembinaan kemasyarakatan.
Adapun batas-batas wilayah Desa Peonea adalah sebagai berikut:
| Arah |
Batas Wilayah |
| Sebelah Utara |
Desa Era |
| Sebelah Timur |
Desa Wawopada, Desa Kolaka, dan Desa Ulu Laa |
| Sebelah Selatan |
Desa Kolaka dan Desa Ensa |
| Sebelah Barat |
Desa Ensa dan Desa Lanumor |
Kejelasan batas wilayah merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa karena memberikan kepastian hukum mengenai wilayah administrasi desa serta mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah.
C. Kondisi Geografis
Desa Peonea memiliki luas wilayah sekitar 7.200 hektar dengan topografi yang terdiri atas dataran, perbukitan, kawasan hutan, lahan pertanian, dan perkebunan rakyat.
Sebagian besar wilayah dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat.
Penggunaan Lahan Desa Peonea
| Jenis Penggunaan Lahan |
Luas (Ha) |
| Tanah Sawah |
70 |
| Tanah Kering |
1.866 |
| Tanah Basah |
5 |
| Perkebunan |
2.888 |
| Fasilitas Umum |
16 |
| Kawasan Hutan |
2.355 |
| Total Luas Wilayah |
7.200 |
Wilayah Desa Peonea didominasi oleh lahan perkebunan dan kawasan hutan, sehingga memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta pelestarian lingkungan hidup.
Secara umum kondisi tanah di Desa Peonea cukup subur dan sangat sesuai untuk pengembangan berbagai komoditas unggulan, terutama kelapa sawit, kakao, kelapa, jagung, padi ladang, serta tanaman hortikultura.
D. Kondisi Demografi
Penduduk Desa Peonea terdiri dari berbagai kelompok umur yang tersebar di lima dusun. Mayoritas masyarakat merupakan Suku Mori, khususnya anak suku Luria Padaisengi, yang masih mempertahankan adat istiadat, budaya, bahasa daerah, dan nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Data jumlah penduduk dan kepala keluarga mengikuti pembaruan data administrasi kependudukan Pemerintah Desa dan dapat dilihat melalui Sistem Informasi Desa (SID).
Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin, kelompok umur, tingkat pendidikan, agama, dan pekerjaan mengalami perubahan setiap tahun sesuai perkembangan jumlah penduduk.
E. Kondisi Ekonomi Masyarakat
Perekonomian masyarakat Desa Peonea masih didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan, yang menjadi sumber penghasilan utama sebagian besar kepala keluarga.
Komoditas unggulan Desa Peonea meliputi:
- Kelapa Sawit
- Kakao (Cokelat)
- Padi
- Jagung
- Kelapa
- Pisang
- Durian
- Rambutan
- Langsat
Selain sektor pertanian dan perkebunan, sebagian masyarakat juga bekerja sebagai:
- Peternak
- Pedagang
- Wiraswasta
- Buruh Harian Lepas
- Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Perangkat Desa
- Guru
- Tenaga Kesehatan
- Pekerja sektor jasa
Perkembangan perkebunan kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, meskipun sektor kakao masih menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
F. Sarana dan Prasarana
Sebagai desa yang terus berkembang, Desa Peonea telah memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang pelayanan masyarakat, antara lain:
- Kantor Desa
- Balai Pertemuan Desa
- Sekolah Dasar
- Tempat Ibadah
- Posyandu
- Jalan Desa
- Jaringan Listrik PLN
- Jaringan Telekomunikasi
- Sarana Air Bersih
- Lapangan Olahraga
Pemerintah Desa terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur untuk mendukung pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
G. Peta Wilayah Desa
Peta wilayah Desa Peonea merupakan gambaran administratif yang menunjukkan batas wilayah desa, pembagian dusun, jaringan jalan, sungai, kawasan permukiman, lahan pertanian, perkebunan, fasilitas umum, serta wilayah berbatasan dengan desa-desa di sekitarnya.
Peta wilayah digunakan sebagai acuan dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa, pengelolaan tata ruang, administrasi pemerintahan, serta pengambilan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.