Desa Peonea

Kec. Mori Atas, Kab. Morowali Utara
Prov. Sulawesi Tengah

Loading

Info
Selamat datang di Desa Peonea Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali Utara Provinsi Sulawesi Tengah Kode Pos 94965, Email; desapeonea@gmail.com , Website : https://peonea.desa.id/

Berita Desa

Komentar Terbaru

SEJARAH DAN PROFIL DESA PEONEA

KECAMATAN MORI ATAS KABUPATEN MOROWALI UTARA PROVINSI SULAWESI TENGAH

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum Desa

Sejarah Desa Peonea tidak dapat dipisahkan dari sejarah dua kampung asal masyarakatnya, yaitu:

  • Kampung Matangkoro
  • Kampung Pandiri

Kedua kampung tersebut telah lama dihuni oleh masyarakat Mori. Namun dalam perjalanan waktu, kedua kampung menghadapi berbagai kesulitan yang menghambat kehidupan masyarakat.

Walaupun memiliki permasalahan yang berbeda, masyarakat kedua kampung memiliki tujuan yang sama, yaitu memperoleh kehidupan yang lebih layak bagi keluarga dan generasi penerus.

Kesulitan tersebut kemudian mendorong para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan kepala kampung untuk mencari solusi terbaik melalui perpindahan pemukiman menuju wilayah yang lebih subur dan memiliki sumber daya alam yang memadai.

B. Kampung Matangkoro

Masyarakat Kampung Matangkoro pada masa itu menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.

Namun lahan yang tersedia sebagian besar berada di daerah pegunungan yang dipenuhi batu-batu besar sehingga sulit untuk diolah menjadi lahan pertanian produktif.

Selain kondisi tanah yang kurang subur, luas lahan pertanian juga sangat terbatas sehingga hasil panen tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Keadaan tersebut menyebabkan masyarakat sering mengalami kekurangan pangan bahkan pada musim-musim tertentu mengalami kelaparan akibat hasil pertanian yang sangat sedikit.

Kondisi inilah yang kemudian mendorong masyarakat Matangkoro untuk mencari wilayah baru yang memiliki lahan pertanian lebih luas dan lebih subur.

C. Kampung Pandiri

Berbeda dengan Matangkoro, masyarakat Kampung Pandiri menghadapi persoalan utama berupa keterbatasan sumber air bersih.

Sumber air utama masyarakat berasal dari Sungai Pere. Namun ketika musim kemarau tiba, sungai tersebut sering mengalami kekeringan sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat harus berjalan menuju Sungai Kolaka di daerah Labuntu dengan jarak sekitar tiga kilometer.

Perjalanan tersebut harus dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan pertanian.

Kesulitan memperoleh air bersih menjadi salah satu alasan utama perlunya mencari lokasi pemukiman baru yang memiliki sumber mata air lebih baik.

BAB III

PROSES PERPINDAHAN MASYARAKAT

Melihat berbagai kesulitan yang dialami masyarakat, pada tahun 1948 Kepala Kampung Matangkoro, Bapak Legontasi Lumanga (Almarhum) bersama Kepala Kampung Pandiri, Bapak Mesoga Peuru (Almarhum) mengadakan musyawarah bersama para tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mencari lokasi baru yang lebih layak sebagai tempat tinggal bersama.

Pencarian lokasi dilakukan dengan menyusuri beberapa wilayah hingga akhirnya kedua pemimpin tersebut mendaki sebuah gunung yang saat ini dikenal dengan Gunung Merempe, sekitar 3,5 kilometer dari wilayah Desa Kolaka sekarang.

Dari puncak gunung tersebut mereka melihat sebuah hamparan wilayah yang memiliki:

  • tanah yang lebih subur,
  • sumber air yang melimpah,
  • lahan pertanian yang luas,
  • lokasi yang lebih strategis untuk pemukiman.

Setelah melakukan peninjauan secara langsung, lokasi tersebut dinilai sangat layak untuk dijadikan tempat tinggal baru.

Akhirnya masyarakat dari Kampung Matangkoro dan Kampung Pandiri secara bertahap berpindah menuju lokasi tersebut.

Perpindahan ini dilakukan secara bergotong royong dengan membawa seluruh anggota keluarga, peralatan rumah tangga, benih tanaman, serta hewan ternak.

Semangat persatuan dan kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam membangun perkampungan baru.

BAB IV

ASAL USUL NAMA PEONEA

Wilayah pemukiman baru tersebut kemudian diberi nama Peonea.

Nama tersebut diambil dari nama sebuah anak sungai yang mengalir di sekitar wilayah pemukiman, yaitu Sungai Peonea.

Sungai tersebut menjadi sumber kehidupan masyarakat pada masa awal pembukaan kampung karena menyediakan air untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, dan perkebunan.

Sejak saat itu nama Peonea digunakan sebagai nama kampung yang kemudian berkembang menjadi desa.

BAB V

PERKEMBANGAN DESA

Pada tahun 1949, Peonea secara resmi ditetapkan sebagai desa definitif dalam wilayah pemerintahan Distrik Tomata.

Seiring berjalannya waktu jumlah penduduk terus bertambah.

Berbagai pembangunan mulai dilakukan secara bertahap, antara lain:

  • pembukaan lahan pertanian;
  • pembangunan jalan desa;
  • pembangunan rumah ibadah;
  • pembangunan sekolah;
  • pembangunan kantor desa;
  • pembangunan fasilitas kesehatan;
  • pembangunan jaringan listrik;
  • pembangunan jaringan telekomunikasi;
  • pengembangan perkebunan rakyat, khususnya kelapa sawit, kakao, kelapa, dan tanaman pangan.

Saat ini Desa Peonea terus berkembang sebagai desa agraris yang mengandalkan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan usaha masyarakat sebagai penopang utama perekonomian.

BAB VI

PROFIL DESA PEONEA

Identitas Desa

Nama Desa : Peonea

Kecamatan : Mori Atas

Kabupaten : Morowali Utara

Provinsi : Sulawesi Tengah

Luas Wilayah : ±7.200 Hektar

Batas Wilayah

Sebelah Utara berbatasan dengan Sungai Laa.

Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Ensa dan Desa Kolaka.

Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Wawopada, Desa Sampalowo, Desa Togo, dan Desa Ulu Laa.

Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Ensa dan Desa Lanumor.

Kondisi Penduduk

Mayoritas penduduk Desa Peonea bekerja sebagai:

  • Petani
  • Pekebun
  • Peternak
  • Pedagang
  • Aparatur Sipil Negara
  • Wiraswasta
  • Buruh
  • Pekerja sektor jasa

Jumlah penduduk dan jumlah Kepala Keluarga mengikuti data terbaru Pemerintah Desa yang diperbarui secara berkala.

BAB VII

PEMERINTAHAN DESA

Kepala Desa yang Pernah Memimpin Desa Peonea

  1. Mesoga Peuru
  2. Legontasi Lumanga
  3. Martinus Tulaka
  4. Tangkaroro
  5. Ronse Rumope
  6. Ampai
  7. Soleman Peuru
  8. Linggupa
  9. Fredi Torambu
  10. Sanggona
  11. Peuru
  12. Purangga
  13. P. Lapeantu
  14. Sandewa
  15. Peuru
  16. Krisman Sumba (2012 – 14 Mei 2026)
  17. HERNICE OMPOKO, SH ( Juli 2026- Sampai Saat Ini )

Setiap kepala desa telah memberikan kontribusi dalam pembangunan pemerintahan, pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga Desa Peonea.

Pembagian Wilayah Dusun

Wilayah administrasi Desa Peonea terdiri atas lima dusun, yaitu:

  • Dusun I (Pandiri)
  • Dusun II
  • Dusun III
  • Dusun IV (Malei)
  • Dusun V (Tole)

Setiap dusun dipimpin oleh seorang Kepala Dusun yang bertugas membantu Kepala Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat.

BAB VIII

POTENSI DESA

Desa Peonea memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, antara lain:

Bidang Pertanian

  • Padi
  • Jagung
  • Ubi kayu
  • Sayuran

Bidang Perkebunan

  • Kelapa sawit
  • Kakao
  • Kelapa
  • Pisang
  • Durian
  • Rambutan
  • Langsat

Bidang Peternakan

  • Sapi
  • Kambing
  • Ayam
  • Bebek

Bidang Kehutanan

  • Hasil hutan bukan kayu
  • Rotan
  • Bambu

Selain itu, Desa Peonea memiliki potensi pengembangan usaha mikro, perdagangan, wisata alam, serta ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat.

BAB IX

PENUTUP

Sejarah Desa Peonea merupakan kisah perjuangan masyarakat dalam mencari kehidupan yang lebih baik melalui semangat persatuan, musyawarah, dan gotong royong.

Perpindahan masyarakat dari Kampung Matangkoro dan Kampung Pandiri menuju wilayah Peonea bukan hanya menjadi perpindahan tempat tinggal, tetapi juga menjadi awal terbentuknya sebuah desa yang hingga kini terus berkembang.

Semangat para pendahulu menjadi warisan berharga yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat. Nilai-nilai persatuan, kerja sama, kepedulian sosial, penghormatan terhadap adat istiadat, serta semangat membangun desa merupakan modal utama untuk mewujudkan Desa Peonea yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Semoga sejarah ini menjadi sumber pengetahuan sekaligus inspirasi bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang agar terus mencintai, menjaga, dan membangun Desa Peonea demi kemajuan bersama.

 

Beri Komentar

CAPTCHA Image

Desa

1.032

LAKI-LAKI

LAKI-LAKI1.032penduduk

873

PEREMPUAN

PEREMPUAN873penduduk

1.905

TOTAL

TOTAL1.905penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

KRISMAN SUMBA

Tidak Ada di Kantor

Kaur Pemerintahan

BERKAT TORAMBU

Tidak Ada di Kantor

Sekretaris Desa

HENDRA STENLY

Tidak Ada di Kantor

Kaur Tata Usaha dan Umum

A. JUMARDI

Tidak Ada di Kantor

Kasi Pelayanan

Alfret Risal Tampoma

Tidak Ada di Kantor

Kaur Perencanaan

TRI PUTRA POGO

Tidak Ada di Kantor

Kaur Keuangan

YUSTRIONO PEURU

Tidak Ada di Kantor

Kaur Kesejahtraan

NINI KATRIN ALIMBUTO

Tidak Ada di Kantor

Kadus Dua

BERNARD IRYANTO WUNDU

Tidak Ada di Kantor

Kadus Tiga

ERIK DUNGGURIO

Tidak Ada di Kantor

Kadus Empat

ABAWI TORAMBU

Tidak Ada di Kantor

Kadus Lima

ANDI ABDUL RAHMAN

Tidak Ada di Kantor

Kadus Satu

Anwar

Tidak Ada di Kantor
Agenda

Terdahulu

Rapat bulanan

Tgl : 09 April 2020 20:59:18
Tempat : Ruang rapat
Koordinator :
Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 119
Kemarin : 104
Total Pengunjung : 114.446
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.184
Browser : Mozilla 5.0

Transparansi Anggaran

APBDesa 2022 Pelaksanaan

Belanja Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.388.416.162,00Rp. 1.388.416.162,00

100%

Pembiayaan Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.382.103,00Rp. 1.382.103,00

100%

Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 1.388.143.259,00Rp. 1.388.143.259,00

100%

APBDesa 2022 Pendapatan

APBDesa 2022 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 489.057.759,00Rp. 489.057.759,00

100%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 286.973.743,00Rp. 286.973.743,00

100%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 119.409.660,00Rp. 119.409.660,00

100%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 129.375.000,00Rp. 129.375.000,00

100%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Realisasi | Anggaran

Rp. 363.600.000,00Rp. 363.600.000,00

100%
Pemerintah Desa

KRISMAN SUMBA

Kepala Desa


Tidak Ada di Kantor

BERKAT TORAMBU

Kaur Pemerintahan
Tidak Ada di Kantor

HENDRA STENLY

Sekretaris Desa
Tidak Ada di Kantor

A. JUMARDI

Kaur Tata Usaha dan Umum
Tidak Ada di Kantor

Alfret Risal Tampoma

Kasi Pelayanan
Tidak Ada di Kantor

TRI PUTRA POGO

Kaur Perencanaan
Tidak Ada di Kantor

YUSTRIONO PEURU

Kaur Keuangan
Tidak Ada di Kantor

NINI KATRIN ALIMBUTO

Kaur Kesejahtraan
Tidak Ada di Kantor

BERNARD IRYANTO WUNDU

Kadus Dua
Tidak Ada di Kantor

ERIK DUNGGURIO

Kadus Tiga
Tidak Ada di Kantor

ABAWI TORAMBU

Kadus Empat
Tidak Ada di Kantor

ANDI ABDUL RAHMAN

Kadus Lima
Tidak Ada di Kantor

Anwar

Kadus Satu
Tidak Ada di Kantor